
Halo guys ketemu lagi bersama saya Pangesthu disini, kali ini saya mau membahas tentang Warung Tegal atau Biasa disebut dengan WARTEG yups pasti kalian ngga asingkan dengan warung ini, yang ada ditempat dan didaerah mana saja, Pasti didaerah kalian juga ada kan? Ngga afdol hidup kalian kalo belom makan ke warung Tegal.
Diperkirakan Warung Tegal atau WARTEG muncul sekitar tahun 1960-an. Kemunculannya berbarengan dengan pembangunan infrastruktur kota yang sedang berjalan pesat setelah 20 tahun kemerdekaan Indonesia.
Kala itu Presiden Soekarno sedang berupaya mempercepat pembangunan ibu kota. Kemudian momen ini dimanfaatkan oleh warga Tegal untuk mengadu nasib di Ibukota yang saat itu sedang banyak pekerja jalan/buruh bangunan dilokasi proyek. Dan usaha ini diawali dengan istri istri sang pekerja buruh yang asalnya dari Tegal.
” Istri kuli bangunan mencoba untuk berbisnis kuliner dengan menjual nasi Ponggol dilokasi proyek ” ujar Asmawi salah satu tokoh warteg, baca selanjutnya…

Nasi Ponggol sendiri merupakan hidangan nasi putih dengan lauk oreg basah ( sambel tempe ) dan tahu yang dibungkus dengan daun pisang. Ini merupakan salah satu kuliner khas Tegal yah guys. So Tegal itu kaya akan kulinernya dan juga wana wisatanya tetapi rata rata penduduk Tegal yang mengadukan nasibnya menjadi pedagang warung Tegal yaitu antara desa Sidakaton, sidapurna, cabawan dan disekitarnya. Otomatis daerah tersebut sepi penduduk dikarenakan penduduk merantau ke luar kota semua demi mengais rezeki.
Seiring berjalannya waktu dan kepopulerannya dengan melejit akhirnya warung Tegal maju perlahan demi perlahan dengan bangunan ukuran 3X3 dengan menu ponggolnya dan mencari lokasi yang strategis semisal yang sedang ada proyek pembangunan kota, ataupun didaerah perumahan, perusahaan dan tempat dimana orang membutuhkannya.
So lanjutin bacanya di halaman selanjutnya yah guys